Ditulis pada Agustus 18, 2008 oleh edijarot
Polda Jawa Barat menangkap dua kawanan yang terlibat berbagai kasus perampokan bank di Jawa Barat dan Riau sedangkan empat tersangka berhasil lolos saat menggerebekan di Leuwi Panjang, Bandung.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, Senin, menyatakan, kedua tersangka sering menggunakan senjata api dalam setiap perampokan selain menggunakan senjata tajam.
Mereka diduga terlibat perampokan BRI Subang, Jawa Barat, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Plumbon, Cirebon, Jawa Barat dan empat bank di Pekanbar.
Dua perampok yang tertangkap itu adalah Dody, Sharial sedangkan yang lolos adalah Agustinus, Sangaji, Herman dan Dony.
“Polisi menyita barang bukti dari para tersangka antara lain dua pistol jenis S & W dan 77 butir peluru,” katanya.
DIarsipkan di bawah: Kriminal | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
PADANG, Haluan
Tidak ditemukannya titik terang atas penyelesaian ka sus PHK mantan karyawan PT Asia Megah Foods Ma nufacture (AMFM) atau yang dikenal dengan PT Asia Biskuit, sebanyak 178 orang mantan karyawan perusahaan ini didampingi LBH mendatangi Kantor Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pa dang, Senin (12/5).
Di kantor ini, mantan karyawan melakukan pendaftaran gugatan atas nama Rina Yanti cs, dengan gugatan No.15/G/2008/PHI.PDG. Sementara itu, ratusan mantan karyawan lainnya dengan sabar menunggu diluar kantor tersebut, hingga prosedur pen daftaran ini selesai.
Menurut Agus, salah seorang mantan karyawan PT Asia Biskuit, mereka telah berupaya untuk menyelesai kan kasus mereka dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan melalui pro ses yang panjang dan melelahkan. Namun, usaha mereka ternyata tidak membuah kan hasil.
“Kami telah melapor dan mengadukan permasalahan kami ke DPRD Kota Padang, Dinas Tenaga Kerja Kota Padang hingga ke instansi pe merintah terkait lainnya. Na mun sampai saat ini belum ada kejelasannya. Bahkan tidak ada itikad baik perusahaan, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara da mai dan kekeluargaan,” ung kapnya.
Menurutnya, pihak peru sahaan juga tidak konsisten terhadap hasil keputusan yang dikeluarkan oleh pe rusahaan itu sendiri. Ia mengatakan, pimpinan PT Asia Biskuit telah ditutup sementara terkait kasus tersebut, namun ternyata ada aktivitas yang ditemukan dalam pe rusahaan ini.
“Kata pimpinan perusahaan ini telah di tutup. Tapi, saya masih melihat ada armada yang melakukan operasional mengambil air dari suatu tempat. Walaupun tampak sepele, tapi ini tetap penipuan,” jelasnya lagi.
Sementara itu, Koor dinator Kuasa Hukum Karyawan Asia Biskuit Sudi Prayitno dari LBH Padang menga takan, para karyawan telah menyetujui untuk memberi kan kuasa penuh kepada LB H untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurut nya, dalam waktu dekat permasalahan ini akan sampai di meja hijau.
Ia juga mengatakan, gu gatan ini dilakukan hanya se batas syah atau tidak syahnya para karyawan di PHK,serta kejelasan status para kar yawan. Gugatan ini tidak me nyinggung pemberian ganti rugi yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan kepada mantan karyawannya.
“Kalau diamati, karya wan diberhentikan karena perusahaan telah ditutup oleh karyawan itu sendiri. Kami akan melihat dan mengkaji syah atau tidaknya PHK yang dikeluarkan oleh manajemen perusahaan,” jelasnya.
Ia mengatakan, pihak LB H telah mempersiapkan se mua bukti yang akan diajukan dalam persidangan ini nantinya. Jika gugatan ini ditolak dalam persidangan, maka LBH akan melakukan gugatan lainnya.
“Kalau gugatan karyawan ini ditolak, maka kami akan menempuh jalur hukum pi dana. Karena dalam perma salahan ini, ada unsur pidana, dimana para karyawan tidak mendapatkan haknya sesuai prosedur dan hukum yang berlaku,” katanya lebih lanjut.
(wan)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
Medan,Haluan
Vihara Avalo Kitesvara di Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara (Sumut) terbakar sekitar Pukul 01.00 WIB, Minggu dinihari dan mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.
Wakapolresta Siantar, Kompol Drs.Shafwan Khayat, M.Hum ketika dihubungi ANTARA di Medan, Minggu, mengatakan, kebakaran tersebut berasal dari api yang muncul dari ruang sembahyang di lantai dua vihara itu.
Api tersebut terus membesar dan memenuhi seluruh ruang di lantai dua dan merambat ke ruang di lantai tiga.
Akibat dari kebakaran tersebut tujuh orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka bakar, katanya.
Ia menerangkan, ketujuh korban meninggal dunia itu adalah pegawai kebersihan vihara, Dian Pirgunawan (20) dan Nizar (18), guru vihara, Sujad Widodo (40), suhu vihara, Yu Sen (5
serta tiga pengunjung, Ai Nie (30), Ai Cin (30) dan Chun Fung (60).
Sedangkan tujuh korban yang mengalami luka bakar itu adalah Achai (40), Sie Kwan (32), Aina (30), Aho (65), Surinah (53), Liu Chin (52) dan Chen Sien (36).
Tujuh korban luka bakar itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit umum Pematang Siantar, katanya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari berbagai pihak untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.(ant)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
SOLOK, Haluan
Jajaran Polres Solok Arosuka mengukir prestasi yang cukup gemilang saat berhasil menggulung komplotan bandar narkoba kelas kakap jenis ganja asal Aceh Syafrizal cs Sabtu (10/5) petang.
Dari tangan gembong residivis yang juga pernah ditahan 10 tahun di LP Muaro Padang dalam kasus yang sama ini, petugas menyita 10 Kg ganja kering siap edar.
Satu Kg barang bukti daun ganja kering yang dibungkus dalam ukuran 1 batu dilapisi lakban berwarna kuning itu, disita dari 2 rekan tersangka Alnumerita alias Al (36) dan Mulyadi alias Momon (25).
Kedua kaki tangan bandit spesialis pengedar gelek dari Aceh ini, bertempat tinggal di daerah Kajai Koto Baru Kabupaten Solok.
Sedang 9 Kg ganja lainnya disimpan tersangka di kamar garin sebuah Mus hala di daerah Nagari Cu pak Kecamatan Gunung Ta lang, dekat dia mengontrak sebuah rumah sejak 6 bulan terakhir.
Sembilan Kg ganja tersebut disimpan tersangka dalam sebuah karung ber warna putih.
Menurut pengakuan tersangka kepada petugas, 10 Kg Ganja itu dibawanya langsung dari daerah Bireun Propinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD).
Informasi yang berhasil dihimpun Haluan menyebutkan dibutuhkan kesa baran dan kejelian petugas Sat Reskrim Polres Solok, dalam upayanya menggulung komplotan Syafrizal Cs.
Pasalnya selama ini tersangka terkenal sebagai seorang bandar ganja kelas kakap, yang licin bak belut dan pandai mengelabui war ga masyarakat serta petugas kepolisian saat mengedarkan daun neraka itu.
Modusnya adalah dengan cara mengontrak rumah dengan cara berpindah tempat lalu mengedarkan ganja secara sembunyi-sembunyi dan hanya kepada oknum-oknum tertentu yang sudah dikenalnya.
Namun kali ini nasib sial sedang menggelayuti pria beranak 2 dari seorang istri yang berasal dari Muara Labuh ini.
Saat tersangka mengontrak rumah di sekitar Pasar daerah Cupak Solok, aksi jahatnya sebagai bandar ‘Genjos’ alias ganja berhasil dibongkar petugas Polres Solok.
Dari pengakuan tersangka Al dan Momon yang berhasil ditangkap petugas Buser Polres Solok di sebuah lokasi di daerah Koto Baru, didapat keterangan bahwa tersangka sedang berada disebuah lokasi di daerah Piai Kota Padang.
Tujuh orang Petugas Buser Polres Solok dibawah komando Kasat Res krim AKP Asli Chan diterjunkan ke Piai Padang.
Sebagai Komandan Tim adalah Bripka Evi Wansri dengan anggota Bripka Roma Polisa Tarigan, Bripka Zalmi, Briptu Oon K, Bripda Rio Putra dan Bripda Risko Fidianto.
Untuk menggulung tersangka Syafrizal Sabtu lalu itu bahkan Tim Buser Polres Solok harus menyamar menjadi tukang ojek.
Akhirnya dalam sebuah kesempatan tersangka berhasil diciduk tanpa perlawanan berarti, di sebuah lokasi di daerah Piai kota Bingkuang itu.
Kapolres Solok AKBP Rosmita Rustam, ME didampingi Waka Polres Kompol Zaini dan Kasat Reskrim AKP Asli Chan kepada Haluan kemarin mengatakan, sejauh ini para tersangka masih diperiksa intensif.
“Kita masih terus melakukan pe ngembangan pemeriksaan, terkait jaringan kelompok pengedar ganja asal Aceh ini ” tukas Rosmita.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatan dan proses lebih lanjut saat ini tersangka Syafrizal dan 2 rekanya, diinapkan gratis dirumah kontrakan yang baru sel tahanan Mapolres Solok di Lubuk Selasih. (ris)
DIarsipkan di bawah: Berita | 1 Komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
PADANG, Haluan
Seorang oknum mahasiswa perguruan tinggi swasta di Solok, David (22) terpaksa mendekam di sel tahanan Ma polda Sumbar sejak Sabtu (10/5) bersama seorang te mannya Mahdi (47), terkait kasus dugaan penyalahguna an narkoba jenis ganja.
Warga Jalan Pakan Akek Koto Baru Solok ini diciduk anggota Direktorat Narkoba Polda Sumbar di Simpang Gaga Balai Pinang karena ke dapatan membawa satu paket ganja. Sementara Mahdi di bekuk di rumahnya di Sim pang Tembok Payakaran Sab tu sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Bam bang Hermanto yang di dampingi Kanit II Satuan II AKP Petrus menjelaskan, penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Tumpas Bandar Singgalang 2008 yang akan berlangsung hingga 13 Mei mendatang.
Dalam operasi itu, petugas terpaksa memeriksa Da vid karena gelagatnya mencurigakan di Simpang Gaga Balai Pinang. Kecurigaan pe tugas terbukti, setelah dige ledah ditemukan satu paket daun ganja kering dengan harga Rp100 ribu di tangan tersangka. Polisi pun me ngembangkan penyelidikan untuk mengungkap asal ba rang haram tersebut. Dike tahui ganja itu berasal dari Mahdi. Untuk itu keberadaan yang bersangkutan dilacak. Setelah diintai, rumahnya di Simpang Tembok Payakaran digrebek petugas.
Pria paruh baya ini kaget karena tidak menyangka ru mahnya akan didatangi se jumlah polisi berpakaian preman. Meskipun demikian tersangka sempat mengelak segala tuduhan kepadanya. Tetapi tidak berdaya, setelah di rumah itu ditemukan tiga ‘batu’ ganja ditambah 15 paket Rp50 ribu dan delapan paket bonus. Barang-barang itupun disita sebgai barang bukti.
Atas dasar ini tersangka Mahdi dan David digiring ke Direktorat Polda untuk di periksa lebih lanjut. Hingga saat ini keduanya masih dimintai keterangan oleh penyi dik.
Petrus menambahkan, pi haknya masih mengembang kan penyelidikan guna mengungkap asal ganja yang ditemukan dari Mahdi, dan ja ringan pengedar lain di So lok.
Operasi Tumpas Bandar Singgalang 2008 yang digelar sejak 21 April lalu tampaknya cukup efektif dalam mengungkap peredaran nar koba di Ranah Minang ini. Puluhan tersangka berhasil ditangkap.
(aci)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
PADANGPANJANG, Haluan.
Handpond (Hp) layar me rah ” ring red ” yang kini isunya marak beredar di tengah masyarakat tiba tiba meng gegerkan masyarakat Bati puah Tanahdatar. Kejadian itu merebak di saat Doli Efendi siswa kelas 1 SMK Negeri Batipuh mengaku mejadi korban Hp Layar Merah bersama ibunya Asniar Jumat malam sekitar pukul 20.15 WIB
Doli warga Jorong Batang Gadih Batipuah Tanahdatar mengalami kelainan perasaan beberapa saat setelah menerima telepon via Hp dari seseorang yang tidak dikenal. Setelah Hp diserahkan kepada ibunya Asniar ternyata juga mengalami nasib sama. Keduanya me rasakan kepala terasa berat, pandangan mata kabur.
Kejadian ini segera dilaporkan kepada wali jorong Batang Gadih Jhon Sidi Ma rajo dan diteruskan ke Polsek Batipuh serta Camat. Selang beberapa saat setelah kejadian malam itu rumah Doli menjadi ramai . Masyarakatpun ber datangan untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
Menurut informasi yang dihimpun Haluan, Doli me nerima telepon dari seseorang bernama Anto dengan nomor HP 08789365747. Si penelepon menanyakan alamat seseorang yang tak dikenalnya. Merasa telepon itu berasal dari salah seorang yang juga bernama Anto familinya di Padang Doli awalnya tidak curiga, telepon itu diserahkan kepada ibunya. Belum sampai Hp di tangan ibunya Asniar, kepalanya juga terasa berat, penglihatannya kabur sesaat setelah berbicara dengan si penelepon. Lalu Hp ditangannya dilempar ke atas kasur sambil beristifar kepada Allah berulang kali. Keduanya men jadi sempoyongan bahkan sempat tidak sadarkan diri.
Kapolsek Batipuh Iptu Durachman bersama anggota yang tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian mencoba mengamati kasus langka itu dan selanjutnya melaporkannya ke Polres kota Pa dangpanjang karena kasus ini merupakan kasus yang belum pernah terjadi selama ini.
Kapolres kota Padang panjang AKBP Drs Wisnu An dayana yang ditanya Haluan via telepon selular, kemarin membenarkan adanya laporan kejadian.
Kejadian itu, kata Wisnu merupakan “ Cyber creme ” atau kejahatan teknologi. Namun demikian kebenarannya masih diselidiki. Sebab kalau diasumsikan kejahatan lewat pancaran sinar infra merah ” infra red “, belum bi sa dibuktikan, perlu peneliti an melalui labor, sebab kekua tan baterai HP hanya rendah, kurang diyakini akan mampu merusak secara mendadak. Bila dikatagorikan ke dalam kejahatan ilmu hitam juga tidak mungkin, sebab ilmu hi tam tidak bisa melalui tek nologi.” Polres Padangpan jang saat ini masih terus me lakukan penyelidikan dilapa ngan atas kasus langka ini ” ujar Wisnu Andayana.
Wisnu Andayana meng himbau masyarakat untuk tidak terpancing isu yang belum jelas dan jangan dulu menduga duga, namun di harapkan agar tetap waspada. Jika ada seseorang menelepon dan nomor teleponnya belum tersimpan dalam memori artinya telepon datang dari orang yang belum jelas jangan teleponnya diangkat atau dijawab. Biarkan atau segera matikan telepon.
Lalu untuk mengatahui dari siapa telepon ajaib itu datangnya, D Dt Itam salah seorang ninik mamak tinggal di Batang Gadih mencoba menghubungi nomor HP 08789365747 itu tadi. Dari ba lik telepon dijawab bahwa orangnya berada di Siak Pe kan Baru. Ia hanya mengaku salah pencet saja.
Setelah isu santet Hp beredar di tengah masyarakat, banyak pemilik Hp yang takut bahkan ada yang buru buru menjual HPnya dengan harga murah. Disamping itu, ma syarakat di kampung juga ada yang menerima informasi dari sanak keluarga dirantau agar berhati hati menerima telepon dari orang yang belum dikenal jelas.
Ariza dosen S2 Fisika di Banda Aceh adik kandung Alizar Jhon Dt Kali Batuah kanit Serse Polsek Batipuh juga mengirim kabar ke kampung. Katanya, berdasarkan arahan dari WHO, kejadian itu berasal dari bocoran radiasi infra merah. Bila kita ter kena maka bisa berakibat gangguan kesehatan, ujar Alizar Jhon Dt Kali Batuah menirukannya kepada Haluan Hal serupa juga diterima H Masrul Malik ketua DPD II Partai Golkar kota Padang panjang, ia menerima SMS untuk berhati hati sebab, terjadinya kelainan kesehatan bisa diakibatkan oleh pancaran sinar infra merah berlebihan. Ini SMS nya kata Masrul Malik sambil memperlihatkan SMS yang masih tersimpan di Hp nya kepada Ha luan ( one ).
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
SOLOK, Haluan
Lama tak terdengar aksi jahatnya, Sabtu (17/5) dinihari kawanan bandit pencuri ternak masyarakat alias Petermas, kembali muncul dan membuat ulah di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok.
Seekor ternak sapi milik warga di dekat SMK Negeri 1 Gunung Talang di jorong Aro Nagari Talang, yang sudah dicuri gagal dibawa kabur komplotan bandit malam hari tersebut.
Kegagalan kawanan penyamun spesialis ‘maliang taranak’ milik warga masyarakat ini, karena aksi jahatnya tanpa sengaja dipergoki warga yang hendak buang air di malam hari.
Walau sudah berhasil membawa kabur sapi hasil jarahanya sejauh 100 meter dari kandang pemilik ternak, namun jawi curian seharga 7 jutaan rupiah itu akhirnya ditinggal begitu saja oleh para tersangka.
Pasalnya warga Dusun Tanah Lapang Jorong Aro Nagari Talang yang mengetahui kejadian itu, spontan berkerumun di sekitar lokasi penemuan sapi milik warga yang di lehernya masih terikat tali plastik..
Kepala Dusun Tanah Lapang Uwe Nahrin dan tokoh pemuda Ujang Ngarai serta belasan pemuda, berupaya mengejar dua tersangka yang lari kearah jalan Lintas Solok-Padang.
Namun warga kehilangan jejak para pelaku yang diduga sudah lebih dulu kabur, mempergunakan sebuah kendaraan sejenis Kijang kapsul yang telah dipersiapkan.
Wali Nagari Talang Zulfadli Cun yang juga ikut mengejar 2 tersangka bersama warga, menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terkait kejadian itu.
Beberapa saat kemudian hewan memamah biak berkaki empat yang tak berhasil digondol kawanan bandit itu, dikembalikan lagi ke pemiliknya. (ris)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
PADANG, Haluan
Sebanyak 133 preman terjaring razia oleh Poltabes Padang beserta jajarannya, Sabtu (17/5). Dari jumlah ini, ditemui puluhan preman yang memeras sopir angkot dengan berbagai modus, seperti menjual tisu dan air mineral dengan harga yang tinggi. Di antara mereka yang tertang kap, hanya sebagian kecil yang mempunyai identitas diri, seperti KTP, SIM dan sebagainya.
Selain preman, petugas juga menangkap satu orang yang diduga 2 kali melakukan tindak pencurian. Selain itu polisi juga mengamankan botol-botol miras yang terjaring di Nanggalo yang akan diproses melalui tipiring (tindak pidana ringan).
Ratusan preman dan anjal ini kemudian di kumpulkan di Aula Mapoltabes Padang, un tuk diminta keterangan, dan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
Bagi yang tidak terbukti bersalah dan memiliki identitas diri yang jelas, preman ini dilepaskan setelah diberi nasehat dan menandatangani perjanjian untuk tidak me lakukan aksi yang meresahkan masyarakat. Operasi besar-besaran ini dimulai pukul 12.00 WIB hingga sore.
Kapoltabes Padang AK BP Bambang Ramelan, me lalui Kabag Ops Poltabes, Kompol Syafnil mengatakan, razia tersebut merupakan ke giatan rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban Ko ta Padang menjelang Pilkada. Menjelang pemilu, Poltabes beserta jajaran akan kembali melakukan operasi yang sa ma, untuk mengantisipasi dan mengikis preman yang telah meresahkan masyara kat.”Preman yang ditangkap, rata-rata tidak memiliki identitas diri, padahal itu sangat penting. Kita telah lakukan pembinaan bersama Dinas sosial, LKAM, dan MUI. Kemudian yang menyangkut tindak pemerasan, pungli, akan kita proses di Reskrim,” jelas Syafnil.
Syafnil mengatakan, un tuk mengetahui kriteria dan memudahkan preman yang akan ditangkap, sebelumnya sudah dipantau oleh anggota di masing-masing sektor. Akhirnya mereka mudah diringkus seperti yang berada di kedai-kedai dan yang me lakukan pemerasan terhadap sopir-sopir angkot.
Sementara itu, operasi ini juga menjaring 8 orang anjal (anak jalanan) serta seorang ibu yang diduga kuat orangtua dari salah seorang anjal yang ikut terjaring dan diamankan di Mapoltabes Pa dang.
Para anjal ini juga di kumpulkan di Aula Mapol tabes Padang. Namun para anjal ini bukannya diam karena takut, tapi malah mena ngis meraung-raung sambil memanggil-manggil ibunya. Mereka di antaranya banyak yang ditangkap di daerah Pasar Raya. Beberapa ada yang masih membawa ember kecil untuk meminta-minta. Syafnil mengatakan, se mua anjal beserta pengamen yang menganggu ketertiban akan ditangkap. Apalagi, salah se orang ibu ikut terjaring yang diduga melibatkan dan me maksa anak mereka mencari uang. (wan)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
SOLOK, Haluan
Dua pelajar tewas se cara mengenaskan dalam sebuah kasus kecelakaan lalu lintas “maut” di Jalan umum Surian KM 10 Sim pang Tanah Sirah Nagari Lolo Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok Jumat (16/5) lalu.
Korban tewas adalah Riki Saptunus (1
dan Okta Riadi (18), dua orang pengendara sepeda motor, yang bertabrakan dengan bus Bintang Mas jurusan Padang-Muara Labuh.
Sedang sopir bus maut BA 3829 Y Alhendri (42) warga Sei Galah Keca matan Koto Parik Diateh Kabupaten Solok Selatan, terpaksa diamankan petugas Sat Lantas Polres So lok di Lubuk Selasih.
Informasi yang berhasil dihimpun Haluan kemarin menyebutkan Jumat siang yang naas itu, dua sahabat karib warga Surian tersebut berboncengan dengan se peda motor Honda BA 6609 TJ.
Dua ABG yang sudah menjadi teman seiring se jalan sejak kanak-kanak ini, meluncur dari arah Surian dengan tujuan ke Alahan Panjang Kecama tan Lembah Gumanti untuk sebuah keperluan.
Namun rupanya takdir berkata lain. Disaat kudo Japang berwarna biru yang ditumpangi mereka meluncur dengan kecepatan se dang, persis di sebuah ti kungan jalan Simpang Ta nah Sirah petaka itupun datang seketika.
Okta Riadi yang me ngendarai sepeda motor saat itu tak mampu meng hindari insiden tabrakan di jalan raya, saat bus Bintang Mas yang dikemudikan Alhendri muncul dari arah berlawanan.
Brraaakk, brruuukk. Ter dengar suara benturan dua kendaraan bermesin asal negara matahari terbit itu, di tengah jalan raya di siang bolong.
Ironisnya seiring sepeda motor korban mengalami ringsek berat akibat musibah itu, Riki dan Okta pun spontan bertumbangan di jalan raya.
Malangnya lagi kedua korban mengalami luka pendarahan yang cukup vatal di sekujur tubuhnya. Akibatnya dua remaja tang gung itupun harus meregang nyawa.
Sebaliknya Alhendri seolah masih tak percaya bus angkutan umum yang dikemudikanya mencari nafkah setiap hari jadi saksi bisu tragedi tabrakan maut itu.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berhamburan keluar rumah dan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kedua korban secepatnya di larikan warga ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan me dis. Namun rupanya ajal telah lebih dulu menjemput dua sekawan sehidup semati itu.
Alhendri dan bus Bintang Mas yang dikemudikanya langsung diamankan petugas yang tiba beberapa saat kemudian, ke Mapolres Solok guna proses lebih lanjut.
Kapolres Solok AKBP Rosmita Rustam melalui Kasat Lantas AKP Iskandar kepada Haluan kemarin mengatakan, sejauh ini Alhendri masih diperiksa petugas terkait kejadian itu.
Iskandar juga menghimbau pengendara bermotor baik roda dua maupun roda empat di manapun berada, untuk senantiasa berhati-hati di jalan raya guna menghindari hal-hal yang tak dinginkan.
“khusus untuk angkutan umum periksa kelayakan kendaraan sebelum berangkat, sedang pengendara sepeda motor jangan lupa memakai helm standar, ” tuturnya. (ris)
Delete Reply
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 19, 2008 oleh edijarot
Pasaman, Haluan
Damrizal Lubis (33) war ga Jorong Bandar Padang Pembangunan Lanai Duo Koto Kabupaten Pasaman, nyaris tewas setelah sekujur tubuhnya dicabik-cabik sang beruang mengganas, saat menderes pohon karet (ge tah) di ladangnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya pagi Minggu ke marin.
Damrizal Lubis seperti biasanya setiap pagi selalu menderes getah milik nya di Lanai Hilir Duo Koto Pa saman, namun hari itu ia bernasib sial, karena beruang ganas sudah menantinya te pat di ladang getah miliknya.
Kejadian itu sekitar pukul 08.00 WIB, saat suasana ma sih sepi, korban sedang a syik-asyiknya menderes tiba-tiba seekor beruang mener kamnya, tak ayal Damrizal yang saat itu hanya bersenjatakan alat penderes getah merusaha mempertahankan diri dari amukan beruang. Dari sekujur tubuh korban didapati beberapa lobang cakaran kuku beruang, se mentara mata sebelah kanan terlepas dari posisinya, dan jari tangan kanan putus. Berkemungkinan saat dise rang, Damrizal berusaha menagkis cakaran beruang yang membabi buta.
Beruntung ia diselamat kan oleh Azwar tetangganya yang juga kebetulan berprofesi sama menderes getah yang tidak jauh dari lokasi korban. Azwar sendiri ketika sedang menderes getah mendengar suara pekikan minta tolong, setelah men dengar suara yang minta pertolongan, alangkah ia terkejut menjumpai tubuh Dam rizal yang tercabik-cabik oleh kuku beruang, sedang kan beruang itu sendiri, se ketika itu lari setelah me lumpuhkan mangsanya yang sudah tidak berdaya.
Dari tubuh korban ditemukan beberapa lobang be kas tusukan atau cakaran beruang, mulai dari muka dua lobang, mata hancur dan posisi mata lepas, tangan putus, sedangkan sekujur tubuh dijumpai beberapa lobang.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Si kaping, sangat kesulitan untuk memberikan pertolongan, karena luka yang parah sulit untuk dijahit, akibatnya darah segar masih menetes dari ruang IGD RSUD Lubuk Sikaping, sehingga pihak RSUD sendiri tidak sanggup menangani korban dan mengi rim korban ke RSUD Ahmad Muchktar Bukitingi. Se sampai di Bukittinggi korban kemudian dirujuk ke RSUP. M.Jamil Padang.
Menurut Sam, kakak korban, Damrizal memang setiap hari pergi menderes getah miliknya, karena hanya dengan usaha itulah ia meng hidupi 5 anaknya. Namun sa yang korban ketika di op name ke Bukittinggi, tidak ada anak dan istrinya yang menungguinya. Sementara korban sendiri masih menge luh dan merintih kesakitan., dengan terlihat darah segar masih keluar dari bagian atas kepalanya.
Peristiwa beruang me ngamuk di Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman, adalah untuk yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya terjadi di jorong Botung Hulu Pasaman, namun tidak ada korban, namun sempat meresahkan masyarakat setempat.
Ditempat terpisah Wa kapolres Pasaman AKP. Har seno SIK ketika dikonfirmasi Haluan membenarkan telah terjadi kasus masyarakat yang dicabik-cabik beruang. Setelah mendengar informasi adanya masyarakat yang dicabik-cabik beruang,langsung memerintahkan ang gotanya ke TKP dengan ber kordinasi dengan pihak BK SDA Pasaman dan pemadam dan penangulangan bencana alam Pasaman, ikut serta mengejar sang beruang. “ Pi hak Kepolisian saat ini su dah berada di TKP, dan sudah meminta keterangan dari masyarakat termasuk korban sendiri yang sempat diminta penjelasannya kronologis terjadinya kasus itu yang langsung menambah personil dari Polres Pasaman dan Polsek setempat,” ujar Harseno.Saat ini suasana di Lanai masih mencekam, kendati ma sya rakat was-was takut kalau beruang memakan korban lagi, walaupun porsonil kepolisian dan BKSDA su dah turun mengejar beruang, namun hingga berita ini turun beruang itu belum ditemu kan. (tos)
DIarsipkan di bawah: Berita | Tidak ada komentar »