Oleh: edijarot | Desember 21, 2007

SISWA SMP 35 PADANG GANTUNG DIRI

PADANG, Haluan

Merasa telah mengecewakan orang tuanya, Ridwan (15) siswa SMP 35 Palinggam Kota Padang nekad mengakhiri hidupnya dengan menggantung lehernya pada seutas tali di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Seberang Padang, Rabu (19/12).

Dugaan sementara, korban nekad mengakhiri hidupnya karena telah mengecewakan orang tuanya dengan mendapat hasil nilai rapor sekolah yang jelek.

Jasad siswa kelas III SMP itu pertama kali ditemukan oleh kakaknya Man sekitar pukul 13.00 Wib. Tetapi tidak terdapat tanda-tanda mencurigakan pada pada tubuh korban.

Informasi yang dihimpun Haluan menyebutkan, seusai pulang sekolah dari menerima rapor, korban terlihat biasa-biasa saja, tidak ada keganjilan dari tingkah laku korban. Ketika sampai dirumah, korban langsung masuk kamarnya dan membunyikan musik dengan kerasnya dengan pintu dikunci korban dari dalam. Kemudian kakaknya bermaksud untuk memberitahukan pada korban agar suara musik yang dibunyikan korban supaya dikecilkan supaya tidak menganggu tetangga.

Setelah sekian lama menggedor pintu kamar korban, namun korban tidak ada sahutan dari dalam kamar yang terkunci itu. Sehingga ia agak curiga dan timbul keinginan untuk membuka paksa pintu itu.

Ternyata kecurigaannya terbukti. Begitu pintu itu dibuka alangkah kaget dan panik kakaknya, saat melihat korban tergantung dengan menggunakan tali di dalam kamar tersebut. “Mungkin ia membunyikan musik dengan keras agar tindakan nekad itu tidak diketahui orang lain,” katanya yang tidak menduga adiknya melakukan perbuatan tersebut.

Hal tersebut langsung diberitahukan kepada anggota keluarga yang lain. Bahkan hanya berselang beberapa saat kemudian, rumah itu sudah dikerumuni warga sekitar yang ingin melihat langsung kejadian tersebut.

Jajaran Polsekta Padang Selatan yang dibantu petugas Poltabes Padang di pimpin Kanit Iden Ipda Syaridin, Briptu Jeki Azhari yang mendapat laporan peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi itu, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tidak ditemukan bukti-bukti penganiayaan sebagai penyebab tewasnya korban.

Lain lagi menurut kakaknya yang lain, pada waktu kejadian ia pergi bekerja namun ketika sampai dikantornya, ia merasa perasaannya tidak enak. Lantas ia meminta izin kepada temannya untuk pulang sebentar.

Ketika sampai di rumahnya ia melihat sejumlah warga telah ramai berada di rumahnya. Atas keterangan sejumlah warga, Ridwan tewas denagn cara gantung diri.

Orang tua korban, juga tidak berada dirumah karena pada saat kejadianu orang tuanya pergi ke pasar. Sepulang dari pasar, orang tuanya melihat rumahnya telah dikerumuni oleh warga. Setelah mendapat anaknya tewas orang tuanya langsung pingsan dan menjeris histeris.

Menurut salah seorang temannya, Hendri (15) beberpa hari terakhir, korban terlihat banyang murung dan diam yang biasanya korban selalu ceria, baik disekolah maupun dirumah. “Paginya saya dan korban masih sempat bercanda dan bersama-sama pergi sekolah untuk menerima rapor, namun tidak bersama-sama pulang sekolah, tahu-tahunya saya mendengar ia sudah tewas,” kata Hendri tidak percaya apa yang dilakukan temannya.(rif)

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: