Oleh: edijarot | Desember 22, 2007

TOLAK LAYANI SUAMI, ISTRI DIANIAYA

Gara-gara menolak permintaan suami, Ny Ega (22), bukan nama sebenarnya, nyaris tewas kehabisan darah karena dianiaya sang suami sehingga mengalami luka memar di bagian kepala, punggung, dan tangan, serta enam luka tusukan di paha kiri dan kanan.
Kapolresta Bandung Timur AKBP Martinus Sitompul kepada pers di Bandung, Kamis (27/12) mengatakan penganiayaan yang dialami Ega terjadi pada Senin (24/12) lalu, tepat satu bulan setelah ia mengalami keguguran anak pertamanya.
Kisah tragis itu bermula saat suaminya berinisial EE (31), baru saja pulang mengajar agama di sekitar rumahnya di Kompleks Cipadung Permai, Cibiru, Kota Bandung.
Tanpa merasa kelelahan, EE meminta Ega “melayaninya” di kasur. Ega merasa belum siap. Selain masih trauma karena keguguran, kondisi kesehatannya pun belum pulih benar. EE yang sudah menahan nafsunya selama sebulan, tidak menerima alasan Ega.
EE tetap memaksa Ega untuk melayaninya, tapi tetap ditolak mentah-mentah oleh sang istri. EE mulai bertindak kasar. Nafsu birahinya beralih menjadi nafsu amarah.
Sang istri yang berpostur lebih kecil, menjadi bulan-bulanan EE. Ega ditendang di bagian punggung, dipukul di tangan, dan ditampar berulang-ulang. Belum puas menghajar dengan tangan kosong, EE mengambil pisau dari dapur. Dalam keadaan kesakitan, Ega berusaha keluar rumah.
EE buru-buru menarik Ega kembali ke tengah rumah, dan membantingnya ke lantai. Ega jatuh terjerambab dalam posisi terlentang. Saat itu juga, EE menusukkan pisau yang ia pegang ke bagian paha kanan dan kiri Ega. Sebanyak enam tusukan mendarat di kedua paha Ega. Darah mengalir deras dari luka tusukan itu.
Melihat istrinya bersimbah darah, EE menghentikan aksinya. Saat itulah, Ega keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
Dengan bantuan tetangga, Ega dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan. Beberapa tetangga lainnya menghubungi polisi, dan sebagian lainnya menjaga rumah korban agar sang suami tidak melarikan diri.
Beberapa saat kemudian, anggota dari Polsekta Cibiru dan Polresta Bandung Timur tiba di lokasi, dan mengamankan tersangka. Kepada polisi, tersangka merasa kesal karena sang istri menolak “ajakannya”. EE pun mengaku khilaf saat menganiaya istrinya.
Kapolresta mengatakan, tersangka dijerat dua pasal sekaligus yaitu pasal 44 UU No. 23/2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 351 KUH Pidana tentang Penganiayaan. “Ancaman hukumannya minimal 10 tahun penjara,” kata Kapolresta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: