Oleh: edijarot | Desember 25, 2007


EDIJAROT

Aku orang yang suka berteman mulai dari Sabang sampe Meraoke.Aku kini menjabat sebagai redaktur kriminal dan selebrita di Haluan Padang. Aku mulai terjun ke dunia pers sejak tahun 1985.Telah banyak daerah di Indonesia yang aku kunjungi, kecuali Papua. Di PWI Sumbar aku baru saja diangkat menjadi ketua seksi hukum, kalau di Polda Sumbar sebagai ketua wartawan unit polri. Bahkan di kantorku dipilih menjadi ketua SPSI.Istriku seorang guru SMP4 Padang, Henny Nuryanti,SPd namanya.Ibu dari tiga orang anakku itu baru saja terpilih menjadi wakil kepala sekolah SMP 4 Padang. Sebelum kawin kami pacaran cukup lama.Kayaknya kami sudah ditakdirkan untuk sehidup-semati.Selain belajar dari senior, aku juga sering mengikuti latihan jurnalistik ke pulau jawa, Palembang dan Medan. Saat terjadi tsunami di Aceh, aku juga ikut kesana bersama anggota dewan terhormat. Kalau cabang olahraga yang aku senangi yaitu biliar.Di kalangan wartawan Sumbar aku telah 4 kali juara 1.Bahkan Porwanas di Bandung, Banjar Masin, Surabaya, Bandar Lampung,Pekanbaru dan terakhir di Samarinda aku juga turun memperkuat PWI Sumbar cabang bolak sodok itu, namun sayangnya masih belum berhasil merebut medali.Selain biliar, aku juga rajin fitnes dan renang. Bernyanyi juga bisa walaupun tingkat kelurahan pernah tampil saat acara perkawinan.Lagu yg pernah aku bawakan minang, pop dan dangdut. Saat di SMA dulu, aku sebagai koordinator kesenian.Bahkan lagu ebiet G ADe seperti berita kepada kawan, titip rindu buat ayah juga pernah aku bawakan di atas pentas. Aku juga tercatat sebagai anggota PERBAKIN. Dua kali seminggu latihan menembak pakai col 38 di SPN Padang Besi. Insya Allah tembakan jarak 30 meter jarang meleset. Rekan-rekan di kantor memanggil aku “inspektur”, karena mengira aku layaknya sebagai perwira menengah polisi. Cerita pendek, cerita anak-anak dan laporan perjalanan telah banyak aku tampilkan di harian HALUAN tempat aku bekerja. Bahkan di televisi lokal maupun nasional telah sering tampil dalam berita kriminalitas. Saat presiden SBY datang ke Padang, aku dipanggil Andi Malarangeng yang duduk berdampingan dengan Menhankam Widodo As, Sekab Sudi Silalahi, Gubernur Papua dan Ny.Ani Yudhoyono. Semua kalangan pejabat Sumbar kala itu heran, karena mereka tak mengira kalau saya temannya jubir presiden Andi Malarangeng itu.
Sederet artis ibukota juga kenal dengan aku, karena sering mewawancarainya.Bahkan almarhum Nike Ardila pernah menghadiahiku sebuah pulpen yang kini entah dimana letaknya. Pengalaman yang paling berkesan, selamat dari musibah jatuhnya helikopter Polda Sumbar.Rekan seprofesiku dari Singgalang Erman Tasrial tewas dalam musibah itu. Sebenarnya aku kala itu ingin ikut ke Solok bersama helikopter naas tersebut, namun karena ada halangan, aku gagal ikut. Dengan kegagalan naik heli untuk melihat musibah kebakaran di Solok itu kayaknya aku selamat dari “cengkraman maut”. Itulah yang selalu teringat olehku manakala melihat helikopter. Banyak lagi sebenarnya yang akan aku tuliskan disini, namun aku rasa cukup dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: