Oleh: edijarot | Januari 2, 2008

Apan Pembunuh Istrinya Diringkus Polres Pasbar

Sepandai-pandai tupai me lompat sekali akan jatuh juga. Agaknya pepatah demikian cocok dialamatkan pada Harpan alias Apan (26), karena menganggap dirinya tidak bakal tertangkap dan bisa menghilang, akhirnya tertang kap juga. Arpan yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap istrinya, Upik yang terjadi November 1999 ditangkap Polres Pasaman Barat Selasa tengah malam (31/12) be tepatan dengan beberapa saat menjelang pergantian tahun baru 2008. Petani yang selama ini berpindah-pindah tempat ini diciduk polisi sewaktu hendak pulang ke rumahnya, Jo rong Muara Kiawai Barat, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Pasa man Barat. Kini Apan mering kuk di sel Mapolres Pasbar untuk mempertanggung ja wabkan perbuatannya.Kapolres Pasbar Maha vira Zen kepada Haluan kemaren mengungkapkan, A pan terlibat pembunuhan terhadap isterinya Upik ber sama selingkuhannya, Nu deni. Bahkan dalam kasus yang cukup menggegerkan warga Muara Kiawai tersebut, Nur deni telah dijatuhi pengadilan dengan hukuman delapan tahun penjara.”Saat terjadi kasus tersebut, Polres Pasbar belum ada, tetapi masih bernaung di bawah induknya Pasaman di Lubuk Sikaping. Sejak tiga bulan lalu berkas tersangka diminta ke kekejaksaan Lu buk Sikaping dan sejak itu mulailah dilacak keberadaan tersangka Apan,” ucap Ma havira lagi. Dalam pelacakan diketahui Apan berpindah-pindah lokasi. Bahkan sempat dikabarkan bersembunyi di ka wasan hutan, sehingga sulit dilacak.Walau demikian jajaran Polres Pasbar terus me lakukan pelacakan dan pelacakan sambil menanamkan informan di sekitar daerah Muara Kiawai. Ternyata pelacakan tersebut membuahkan hasil. Tatkala tersangka ber maksud hendak pulang ke rumah orangtuanya di tengah malam, polisi cepat meringkusnya. Diduga Apan me rasa dirinya tak terlihat oleh polisi, sehingga nekad pulang ke rumah walaupun suasana agak gelap.Menurut Mahavira Zen, tersangka Apan dan Nurdeni melibas batang leher Upik dengan parang, sehingga tewas seketika. Setelah korban Upik tak berdaya, Nur deni mengambil barang-ba rang korban. Sialnya dalam kasus tersebut Nurdeni berhasil di tangkap dan diproses melanggar pasal 365 (1) dan (2) sub 2e ayat 3 jo 338 KUHP yang kemudian divonis hakim dengan hukuman delapan tahun penjara. Karena hari-harinya berada dalam penjara, Nur deni gagal menikah dengan Apan. Kini Apan telah tertangkap pula. Berarti setelah Nurdeni selesai menjalani hukuman nanti, giliran Apan pula yang berada dalam penjara. Apan kini telah berada di Polres Pasbar sambil dimintai keterangan nya. Demikian kapolres Pasbar. (eja)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: