Oleh: edijarot | Januari 4, 2008

RATUSAN MASSA MENGAMUK DI SITIUNG

Seorang oknum anggota Polres Dharmasraya Briptu “Sdg” nyaris dihabisi ratusan massa, jika tidak cepat dibantu rekan-rekannya sambil melepaskan puluhan tembakan pistol ke udara. Peristiwa yang cukup menghebohkan itu terjadi di daerah Piruko Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Kamis tengah malam (3/1). Dalam peristiwa itu satu warga bernama Sularto alias Bagong benjol-benjol dihajar aparat. Bagong dituduh melempar kepala polisi hingga robek dengan batu.Menurut pantauan Haluan di tempat kejadian perkara (TKP) pada malam itu, ada penyelesaian permasalahan antara oknum anggota Polres Dharmasraya dengan warga atau KUD Tani Maju, yang sebenarnya pada malam itu sekitar pukul 22.00 Wib sudah selesai, yang mana penyelesaian yang dihadiri oleh jajaran Polres Dharmasraya, Kapolsek Koto Agung AKP.Yon Hendri, Walinagari Sitiung Hamidi serta tokoh masyarakat dan Ketua KUD Tani Maju. Namun massa belum juga membubarkan diri, sedangkan aparat Kepolisian sepertinya tidak sabar menunggu massa bubar untuk membawa Sdg ke Mapolres. Pada saat anggota membawa Sdg keluar dari ruangan KUD Tani Maju menuju mobil, terjadilah insiden yang tak diharapkan itu. Warga tiba-tiba menyerang Sdg sambil melempar pakai batu, puluhan tembakan aparat pun meletus ke udara guna membubarkan massa, tapi yang namanya massa tidak juga bubar. Akhirnya Kabag Bina Mitra Polres Dharmasraya AKP.Jamalul Ikhsan meminta warga supaya pulang ke rumah masing-masing karena hari sudah larut malam, hal ini cukup didengar oleh warga, namun setelah warga bubar, ada seorang oknum anggota Polres melaporkan pada temannya yang masih berada di TKP bahwa ada anggota kepalanya luka kena lemparan batu, lalu aparat menuduh Sularto yang melempar, sambil dipukuli, Sularto kemudian dibawa ke Mapolres tanpa sepengetahuan komandan atau perwira Polres. Dengan demikian, warga tidak senang dan berkumpul kembali untuk menjeput temannya ke Mapolres, namun hal itu tidak sampai terjadi karena dicegah oleh Kapolsek Sitiung, warga meminta supaya rekannya dikembalikan. Tepat sekitar pukul 24.00 Wib, Sularto dikembalikan yang diantar langsung oleh Wakapolres Dharmasraya Kompol.Zulbahri, dengan wajah Sularto yang sudah bonyok-benyok, warga pun tidak senang karena Sularto mengaku dipukuli sepanjang jalan menuju Mapolres, untung Zulbahri dapat menenangkan massa. Di tengah kerumunan massa ia menyampaikan bahwa siapa yang melanggar hukum akan ditindak termasuk anggotanya sendiri dan ia pun meminta maaf pada warga atas kearogansian anggotanya. Akhirnya warga pun menerima dengan hati lapang sambil membubarkan diri.Menurut tokoh masyarakat setempat Slamet Riyadi, awal kejadian ini adalah karena Sdg oknum aparat Polres Dharmasraya ingin menguasa lahan KUD yang dulunya disewa oleh mertuanya pada KUD untuk berusaha Rp 10 ribu per bulan atau jualan elektronik pada bekas gedung semi permanen yang dijadikan pemuda sebagai TBM (Taman Bacaan Masyarakat) dari tahun 1979, namun akhirnya setelah mertuanya meninggal, oknum tadi ingin menguasa lahan yang berukuran sekitar 12 X 4 meter tersebut dengan mensertifikatkannya atas nama isterinyaMaria Debby Suswati dengan nomor Hak milik No. 48 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2003, yang konon kabarnya menurut Slamet Riyadi sertifikat yang dikantongi oknum tadi tergolong kasus sertifikat aspal (asli tapi palsu). Oknum tadi sudah mulai menampakkan arogansinya pada masyarakat dengan membongkar bekas warung yang disewa mertuanya sambil memperlihatkan sertifikat aspal tadi, dengan demikian warga tidak senang, dan Ketua KUD Patmo Sumarto pun mengambil langkah dengan mengundang oknum tadi untuk bermusyawarah yang dihadiri pemerintahan nagari serta tokoh masyarakat serta dihadiri Sdg itu sendiri pada Kamis (3/1) malam. Pada pertemuan tersebut yang dihadiri juga ratusan warga sekitar. oknum tadi juga arogan dengan menghardik-hardik warga, dengan demikian yang namanya massa tentu tidak senang yang akhirnya segala persoalan masih dapat diselesaikan dengan kesepakatan bahwa semua hak milik warga atau KUD dikembalikan. Tapi setelah persoalan pokok selesai malahan timbul persoalan baru dengan tindakan yang tidak diinginkan baik dari warga sendiri maupun dari aparat dengan main hakim sendiri dan Sularto alias Bagong menjadi korban yang belum tentu bersalah.(yad)


Responses

  1. ini benar foto di sitiung ya mas ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: