Oleh: edijarot | Januari 6, 2008

Pak Harto Belum Melampaui Masa Kritis

Kondisi mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, mulai membaik. Namun, tim dokter mengatakan kondisi Soeharto masih kritis. “Soeharto masih kritis,” kata dokter pribadi Soeharto, dr Mardjo Soebiandono saat ditemui kemaren. Beberapa alat bantu pun masih terpasang di tubuh Pak Harto–begitu ia biasa disapa. Djoko menuturkan alat tersebut sangat penting untuk menyokong hidup Pak Harto. “Beliau tergantung dengan alat tersebut. Misalnya, tekanan darah tetap dipertahankan dengan obat. Kita juga masih perlu mengeluarkan cairan dari tubuh Pak Harto,” kata Mardjo
Untuk itu, ujar Koordinator Dokter Spesialis Kepresidenan dr Djoko Rahardjo, pihaknya masih memasang alat hemofiltrasi. “Prinsip hemofiltrasi itu yakni darah dikeluarkan dari pembuluh balik Lalu, darah diputar di mesin. Kemudian, dikembalikan ke tubuh,” kata Djoko. Alat ini, kata Djoko, akan terus dipasang hingga bengkak Pak Harto sudah membaik. Berdasarkan pantauan SCTV, hingga siang ini, sudah banyak pihak yang berdatangan untuk menjenguk Pak Harto. Mereka di antaranya Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dan mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, serta istri mantan Wakil Presiden Sudharmono, Ratu Emma Norma.Sudah kesekian kalinya, mantan orang nomor satu di Indonesia ini dirawat di RSPP. Selama itu, dia selalu menempati Kamar 536 Very Very Important Person (VIP) di lantai lima. Meski disebut sebagai ruang perawatan intensif, para penjenguk bisa memasuki kamar dengan waktu relatif lebih bebas dibanding biasanya.Saat ini ada empat kamar yang digunakan keluarga juga staf Pak Harto di RSPP. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan. Tak hanya di depan pintu kamar, sepanjang lorong yang menjadi akses ruang Pak Harto dirawat pun dijaga ketat. Tiap pintu dijaga dua hingga tiga orang staf. Baik itu staf RSPP ataupun petugas pengamanan pribadi Pak Harto.Jatuhnya kondisi kesehatan Pak Harto adalah yang kesepuluh kalinya sejak dirinya lengser pada 1998. Terakhir kalinya, pria kelahiran 8 Juni 1921 muncul di depan publik saat menunaikan Salat Iduladha di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Desember silam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: