Oleh: edijarot | Januari 8, 2008

GEMBONG CURANMOR TEWAS DITEMBAK

https://i0.wp.com/www.harunyahya.com/malaysian/buku/kebangkitanislam/images_kebangkitanislam/16d.jpg  Tersangka Komadin alias Komeng (40) yang diduga keras sebagai gembong pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), terpaksa ditembak aparat Satreskrim Polwiltabes Bandung, karena mencoba kabur saat diminta menunjukan persembunyian rekannya di kawasan Jalan Tamansari, Bandung, Selasa subuh.
Tersangka tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung setelah mendapatkan sebutir timah panas yang bersarang pada bagian punggungnya, karena tidak mengindahkan tembakan peringatan yang diberikan petugas.
Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang kepada pers di Bandung mengatakan, peristiwa penembakan itu berawal pada Jumat (4/1) anggota Sat Reskrim Polwiltabes Bandung  tengah melakukan penyelidikan sejumlah kasus Curanmor yang mengarah kepada tersangka Agus Wahyu.
Tersangka Agus Wahyu ditangkap ketika tengah menjual sepeda motor Honda Kirana hasil curian. “Dalam pemeriksaaan awal, tersangka Agus wahyu mengungkapkan bahwa barang haram tersebut diperoleh dari tersangka Hairil Anwar,” kata Kapolwiltabes.
Didampingi Kasat Reskrim AKBP Gondo, Kapolwiltabes mengatakan, saat itu juga tersangka Hairil Anwar diciduk ditempat persembunyiannya di kawasan Bandung.
“Hasil pemeriksaan, Hairil mengaku sudah mencuri sepeda motor sebanyak 35 unit bersama tersangka Komadin alias Komeng,” katanya.
Pada awal pekan kemarin, tersangka Komadin alias Komeng berhasil ditangkap. “Namun pada Selasa subuh saat tersangka Komeng diminta untuk menunjukan lokasi TKP pencurian dan persembunyian rekannya di kawasan Tamansari Bandung, tiba-tiba Komeng berupaya kabur dari kawalan petugas,” katanya.
“Semula kami hanya ingin melumpuhkan tersangka Komeng, namun karena tiga kali tembakan peringatan ke udara tidak digubris, akhirnya tersangka Komeng ditembak pada bagian punggungnya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, tersangka tewas,” katanya.
Dari hasil pengembangan kasus curanmor kelompok Komeng Cs itu, polisi menyita sebanyak 14 unit sepeda motor berbagai merek, dan satu unit soket kunci kontak sepeda motor.
“Modus pencurian yang dilakukan kelompok residivis Komeng Cs itu dengan cara mematahkan kunci leher atau stang sepeda motor sasarannya yang di parkir di tempat sepi, kemudian mencopot soket (rumah) kabel, selanjutnya dipasang soket kontak yang sudah disiapkan pelaku,” katanya.
Sepeda motor hasil curian tersebut dijual kepada pemesan dengan harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per unit tergantung jenis, merek dan tahun pembuatan sepeda motor yang dipesan konsumen.
Guna pengusutan lebih lanjut jenazah tersangka Komeng akan diotopsi di RS Hasan Sadikin sebelum diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan di Pakenjeng, Garut. Sedangkan tersangka Agus Wahyu dan Hairil Anwar ditahan di sel Mapolwiltabes Bandung.
Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUH-Pidana dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.
“Kami juga masih mengembangkan kasus tersebut, karena diduga kuat ada anggota kelompok Komeng yang masih berkeliaran,” kata Bambang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: