Oleh: edijarot | Januari 9, 2008

DIBALIK JATUHNYA PESAWAT NOMAD,SUWITO SELAMA INI DIKENAL BAIK

Oleh Munawar Mandailing

Siapa menyangka bahwa Mayor (Laut) Suwito yang lahir, dibesarkan di Kelurahan Tanjung Rejo Medan,Provinsi Sumatera Utara akan mengalami musibah atas jatuhnya Pesawat Nomad P833 milik TNI -AL di perairan Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), baru-baru ini.
Padahal, pria tampan berusia 36 tahun yang selama ini dikenal berkepribdian baik, pintar, tidak sombong, peramah, dan sangat pandai bergaul dengan masyarakat itu akhirnya menghadap Sang Khalik (pencipta) akibat musibah tersebut.
Mengenai langkah, rezeki, pertemuan dan maut, jelas tidak akan bisa diketahui oleh yang namanya manusia, namun itu adalah sepenuhnya merupakan kewenangan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kalau Allah Subanawataala mau berkehendak, manusia tidak akan dapat mencegah atau menghalanginya.
Namun demikian, apa yang telah terjadi terhadap diri perwira menengah itu, dapat diambil hikmahnya. Bagi keluarga serta isteri yang ditinggalkannya dapat kiranya mengambil segala hikmahnya, selalu tabah dan bersabar dalam menghadapi cobaan ini.
Ibu Rama (53) warga Jalan Abadi Medan, mengatakan, dirinya benar-benar merasa sangat terkejut ketika mendengar informasi bahwa Mayor Suwito mengalami musibah setelah pesawat Nomad milik TNI -AL yang sedang dinaikinya itu terjatuh di perairan Aceh.
“Saya mulanya tidak yakin dan percaya ketika mendengar peristiwa tersebut. Karena belum lama ini Suwito berada di Medan dan melihat bapak yang sedang sakit. Bapaknya bernama Suprajono (66), sedangkan Ibunya Kartini (53) sudah meninggal dunia tujuh bulan yang lalu,” katanya.
Namun, setelah dirinya melihat para keluarga dari almarhum berkumpul dan menangis di rumah orang tuanya di Jalan Abadi No 22 Medan, barulah ia yakin bahwa anak yang selama ini sangat baik dan soleh itu, telah dipanggil Allah SWT.
Menurut dia, Suwito adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Dia adalah merupakan anak yang baik dan sangat penurut pada orang tuanya.
Bahkan, kata Ibu Rama, semasa kecilnya, Suwito dikenal sangat pandai mengambil hati para orang tua, termasuk dirinya yang juga bertetangga dekat dengan rumah orang tua almarhum.
Kendati Suwito sudah memiliki pangkat cukup tinggi, tetapi dia selalu kelihatan hidup sederhana, tidak mau pamer harta. Dia pun tidak mau melihat orang atau tetangganya sedang mengalami kesusahan.
“Tanpa diminta bantuan pada dirinya, dia selalu membantu dan memberikan sumbangan pada orang lain yang sedang kesusahan itu. Jiwa sosial yang dimiliki oleh Suwito cukup tinggi, perlu dicontoh oleh masyarakat,” katanya.

Jenazah tiba sore
Sementara itu, jenazah Komandan Lanudal Sabang, Mayor (Laut) Suwito yang menjadi korban Pesawat Nomad P833 milik TNI -AL jatuh perairan dekat pantai Teupin Biduk Kelurahan Ujung Kareung Kecamatan Suka Jaya Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah tiba di kediaman orang tuanya di Medan, Rabu, pukul 17.45 WIB.
Jenazah korban diterbangkan dari Pelabuhan Sabang menggunakan pesawat Cassa TNI -AL, tiba di Lanud Medan, selanjutnya jasad itu dibawa ke rumah orang tuanya di Jalan Abadi No 22 Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Pesawat intai TNI-AL, Nomad P833 yang berawak tujuh orang (enam TNI AL dan satu PNS) jatuh setelah lepas landas (take -off) dari Bandara Maimun Saleh,Sabang, Minggu (30/12), pukul 11.00 WIB.
Akibat musibah itu, dua awak tewas yakni Trianda (PNS) dan Serma F Yudi. Sedangkan dua korban yang selamat, dalam keadaan kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, Agus Riadi dan Serka Agus Tono.
Sementara itu, setelah ditemukannya jasad Mayor Suwito, Rabu,(2/1) pukul 11.00 WIB maka dua personal lainnya sebagai awak pesawat Nomad, hingga kini masih terus dicari. Kedua personal itu adalah Lettu Syambudi (pilot) dan Letda Aris Supitoyo (co pilot).
Jenazah Mayor Suwito diserahkan kepada pihak keluarganya oleh Wadan Lantamal I Belawan Kolonel (Mar) Deni K, disaksikan isteri korban Vivi Wahyuni dan kedua anaknya Frida Aiga (7) dan Mohd Fadli (5).
Bahkan, isteri dari almarhum tidak dapat menahan kesedihan dan duka yang sedang dialaminya. Kedua anaknya yang masih kecil kelihatan berada di pangkuan Vivi Wahyuni yang mengenakan jilbab bewarna putih.
Karangan bunga sebagai ucapan turut berdukacita juga kelihatan berjejer dan terpampang di halaman rumah orang tua korban.
Karangan bunga dengan ukuran besar itu antara lain berasal dari Kasal Laksamana TNI Sumardjono, Wakasal Laksamana Madya TNI Y.Heru. P, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Agus Suhartono.
Wadan Lantamal I Belawan, Kolonel (Mar) Deni K seusai melayat korban kepada pers di Medan, mengatakan, jasad Mayor Suwito ditemukan oleh seorang anak kecil yang sedang bermain-main di pinggir pantai Sumur Tiga Sabang, NAD, Rabu, pukul 11.00 WIB.
Selanjutnya, hasil temuan jenazah tersebut dilaporkan pada masyarakat di daerah setempat, untuk kemudian dievakuasi.
“Pihak TNI -AL dibantu masyarakat sampai saat ini masih terus melakukan pencaharian terhadap korban pesawat Nomad yang masih belum ditemukan,” katanya.
Sementara itu, Darusman (37) sepupu dari korban, mengatakan, dirinya selama ini tidak ada firasat jelek atau tanda-tanda bahwa Mayor Suwito akan mengalami musibah seperti ini.
Sebelum musibah ini terjadi, kata Darusman, korban pernah menelepon orang tuanya di Medan, menyebutkan dirinya dalam keadaan sehat.
Namun secara tiba-tiba pada Minggu sorenya, mereka menerima laporan bahwa pesawat yang membawa korban terjatuh di perairan Sabang.
Selain itu, mereka memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Mayor Suwito dapat dilindung atas musibah tersebut.
“Kepergian Mayor Suwito merupakan cobaan yang cukup besar pada keluarga yang ditinggalkan, karena beliau selama ini menjadi tumpuan dan harapan. Siwito selama ini sangat menghormati kedua orang tuanya, selalu menghargai sanak famili di mana pun berada,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: