Oleh: edijarot | Januari 9, 2008

TORA SUDIRO BERGURU PADA SUMIDI

Mendapat peran sebagai orang Yogjakarta dalam film Otomatis Romantis bukan pekerjaan mudah bagi Tora Sudiro sehingga ia harus berguru untuk dapat menemukan karakter yang pas.
“Tidak mudah untuk bisa memerankan orang Jogja, saya beberapa kali mengajukan ‘cengkok’ dialog namun ternyata selalu tidak tepat, mana yang dibilang terlalu Tegal (Jawa Tengah) maupun yang terlalu Sunda (Jawa Barat),” katanya di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, karakter tersebut baru ia temukan saat ia teringat saat manggung di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta beberapa waktu lalu, yakni sesosok orang yang dikenalnya sebagai Sumidi.
“Saat itu aku lagi manggung di Prambanan, dari ribuan penonton hanya satu orang saja yang dari awal hanya meneriakkan satu kata yakni ‘Sumidi, Sumidi, Sumidi’. Aku pikir siapa Sumidi itu,” katanya.
Namun teriakan satu penonton tersebut ternyata membuatnya penasaran. “Aku sempat nanya sama temenku siapa Sumidi itu, kok dari tadi orang itu hanya teriak Sumidi terus dengan ekpresi yang lugu,” katanya.
Meski tidak berhasil mendapat jawaban yang memuaskan akhirnya aktor peraih penghargaan terbaik dalam FFI 2004 ini mencoba terus mengamati perilaku satu penonton tersebut.
“Tiba-tiba hampir di penghujung acara aku merasa kehilangan, karena orang tadi sudah tidak nampak dan teriakan ‘Sumidi, Sumidi’ sudah tidak terdengar lagi,” katanya.
Karena sangat penasaran Tora mencoba mengamati setiap sudut yang dijejali ribuan penonton tersebut.
“Tanpa diduga aku melihat orang itu sudah buka baju dengan keringat bercucuran di sudut jauh lapangan hanya duduk tanpa ekspresi. Aku melihat dari awal orang itu sangat lugu, tidak banyak tingkah dan tidak neko-neko tetapi kuat dalam pendirian,” katanya.
Teringat akan itu, Tora kemudian mencoba menirukan gaya ‘Sumidi’ tersebut saat pengambilan gambar film Otomatis Romantis dan ternyata ini langsung diamini oleh Guntur Soeharjanto sang sutradara.
“Setelah berbagai gaya aku sodorkan tidak ada yang bener, ternyata gaya Sumidi ini malah langsung diterima sutradara,” katanya.
Ia menambahkan, sebenarnya dirinya juga sering bolak-balik ke Yogya dan banyak bergaul dengan orang-orang Yogya.
“Tetapi saat gaya orang Yogya yang meskipun terkesan lugu, namun orang film Yogya ternyata memiliki idealis yang tinggi,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: