Oleh: edijarot | Januari 18, 2008

PENGAMEN BUS DI MADIUN DITEMBAK OKNUM POLISI

Seorang pengamen di Kota Madiun, Jawa Timur menjadi korban penembakan seorang oknum polisi, gara-gara memaksa meminta uang di atas bus Akas jurusan Ponorogo-Surabaya nopol N 7046 MU, Kamis.
Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan kejadian tersebut bermula saat korban Joko Kuncoro (24) warga Desa Gambiran, Kecamatan Maospati Magetan, Jatim sedang mengamen di dalam bus AKAS jurusan Ponorogo-Surabaya, tepatnya di jalan ring road di Kelurahan Patihan, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun ternyata di dalam bus tersebut, ada salah satu oknum polisi dari Kepolisian sektor (Polsek) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Briptu Joko Sutrisno yang juga ditarget pengamen tersebut.
Akibatnya terjadilah percekcokan di antara pengamen dan oknum polisi tersebut, sehingga akhirnya oknum polisi tersebut mengeluarkan pistol dan menembakkanya ke lengan kanan korban. Akibatnya kini korban mendapatkan perawatan intensif di RSU Propinsi Dr Sudono Madiun.
Polisi yang mendapat laporan tersebut segera melakukan pengejaran terhadap tersangka yang saat itu melaju bersama bus AKAS menuju Surabaya.
Akhirnya polisi berhasil menghentikan bus tersebut di jalan raya Madiun-Surabaya tepatnya di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun dan selanjutnya menangkap oknum polisi tersebut untuk diamankan di Mapolresta Madiun.
Menurut penuturan korban, Joko Kuncoro, saat meminta uang ke penumpang bus ia mengaku tidak memaksa. Hanya saja saat itu, ia hanya mengatakan “Tolong rasa sombong dibuang dulu agar Indonesia tidak sakit hati”.
“Saat saya meminta uang tersebut, tiba-tiba ada satu penumpang dengan mengenakan jaket hitam menyuru saya turun dari bus,” katanya saat ditemui di RSUP Madiun.
Namun saat itu, Kuncoro tidak mau menuruti perintah orang yang berjaket hitam tersebut yang ternyata adalah anggota polisi dari Polsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Briptu Joko Sutrisno.
Sehingga tidak disangka, tiba-tiba oknum tersebut mengeluarkan senjata api dan langsung menembaknya.
“Waktu lengan saya berdarah akibat tembakan itu, saya kemudian ditolong oleh para penumpang lainnya dan diturunkan di Terminal Purboyo Madiun dan kemudian dibawah ke rumah sakit ini,” katanya sambil merintih kesakitan di ruang UGD RSUP Madiun.
Kanit Provos Polresta Madiun, Iptu Faris, mengatakan hasil penyelidikan sementara, saat kejadian Briptu Joko ingin mempertahankan diri karena korban mencoba melakukan perlawanan.
“Briptu Joko terpaksa melakukan penembakan karena korban melawan,” katanya saat ditemui di Mapolresta Madiun.
Untuk itu, kata dia, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi tersebut dan juga saksi-saksi lainya seperti supir bus AKAS beserta kondektur dan kernet.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan anggota tersebut dan juga meminta keterangan saksi-saksi lainya,” katanya menambahkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: