Oleh: edijarot | Januari 24, 2008

Transparan dan Bintara Polri

Oleh:Edijarot

Penerimaan calon Bintara Polri di lingkungan Polda Sumbar akhir-akhir ini benar-benar transparan sekali. Tak ada sedikit pun yang ditutup-tutupi, termasuk ketika memeriksa ujian calon peserta tahap demi tahap.Dulunya kalau menerima Bintara polisi, panitianya di lingkungan Polda saja. Mulai dari pengawas sampai memeriksa soal. Namun kini tahapan pemeriksaan hasil tes diikut sertakan berbagai kalangan seperti LSM, instansi TNI, akademis dan calon Bintara itu sendiri dengan menggunakan komputerisasi.

Dengan adanya sistim seperti ini, besar kemungkinan yang berprestasi bagus akan dapat menjadi polisi, apakah mereka dari kalangan nelayan, petani maupun pedagang.

Dulunya yang jadi polisi adalah yang punya dekingan dan banyak uang, namun sekarang prestasi yang menentukan. Kalau dia berbadan bagus, sehat mental, prestasi testing tinggi pula, besar kemungkinan dia jadi polisi. “Pokoknya saya mau transparan dalam menerima calon Bintara Polri. Bagi yang ketahuan bermain uang, akan ditindak,” tandas Kapolda Sumbar Brigjendpol Utjin Sudiana.

Makanya untuk menghilangkan image negatif yang bergema selama ini, dilaksanakanlah penerimaan calon Bintara Polri secara terbuka yang disaksikan banyak orang diluar instansi polri. Dengan sistim ini, tidak ada kesempatan yang nilai rendah bisa diluluskan, walaupun orangtuanya berpangkat tinggi. Bercermin dari kondisi seperti ini, maka sudah jelaslah bahwa nasib seseorang tergantung prestasinya. Jadi calon Bintara janganlah bermain uang, karena itu tidak jaminan bisa lulus. Memberikan uang kepada seseorang dengan harapan bisa masuk polisi, berarti sama dengan menyogoknya. Saya tau betul, tak seorangpun yang bisa meluluskan calon Bintara yang bernilai rendah. Kalau ada orang yang mengatakan dirinya bisa menjamin seseorang bisa jadi polisi, itu adalah omong-kosong. Makanya calon Bintara yang kini masih bertempur hati-hatilah. Jangan sampai tertipu oleh bujuk rayu seseorang yang ingin menembak di atas kuda.

Peserta yang ikut ambil bagian tes calon Bintara Polda Sumbar gelombang pertama 2008 lebih 3000 orang. Sesuai dengan kuota dari Mabes Polri, yang bakal diambil hanya sekitar 350 orang. Hingga Selasa ujian yang telah dilaksanakan yakni akademik, dimana dari sekitar 1400 peserta dirangking menjadi 500-an, sesuai dengan nilai yang tertinggi yakni, 43,00.

Berarti tinggal dua tahap lagi sebelum dinyatakan lulus jadi polisi yaitu tes kesehatan kedua dan jasmani. Diharapkan instansi lainnya supaya transparan pula dalam menerima pegawai. Hilangkanlah lagi sistim “kong kalingkong”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: