Oleh: edijarot | Januari 25, 2008

Sembilan Anak Muda Bermesum Ditangkap

http://alumnimesslebakgede.files.wordpress.com/2006/12/pns2.jpg

 

 

PADANG, Haluan

Sungguh ironis sekali! Di saat Pemko Padang tengah gencar-gencarnya memberantas perilaku maksiat di Kota Padang ternyata masih ada saja sebagian oknum anggota masyarakat yang tidak mengindahkan hal tersebut. Padahal, jika masih banyak terjadi perilaku maksiat maka bencana akan terus timpa-menimpa daerah ini.

Buktinya, Jumat (25/1) dinihari kemarin, kembali sembilan anak manusia berlainan jenis yang berbuat mesum berhasil ditangkap di sebuah hotel di Jalan Kis Mangunsarkoro Padang Timur. Hal ini menandakan bahwa operasi yang selama ini digelar aparat ternyata tak menghilangkan nyali anak muda di kota ini.

Ketika kesembilan pasangan itu diminta menunjukkan bukti hubungan yang sah sebagai suami istri, mereka tidak bisa memperlihatkannya kepada petugas dan hanya bisa tertunduk lesu. Akhirnya mereka pun digelandang ke Mapolsek Padang Timur untuk ditindaklanjuti.

Adapun mereka yang tertangkap itu adalah ‘Zu’ (31) asal Saok Laweh Solok dengan pasangannya ‘Yu’ (28) asal Solok, ‘Di’ (30) asal Tunggul Hitam Padang dengan pasangannya ‘Fe’ (22) mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Padang, ‘Me’ (24) asal Alahan Panjang Solok dengan pasangannya ‘Ds’ (26) warga Ganting Terandam Kota Padang, ‘Rj’ (28) asal Lubuk Basung dengan pasangannya ‘Sm’ (21) beralamat di Siteba Padang serta ‘Ln’ (19) asal Tapan Pesisir Selatan. Khusus ‘Ln’ petugas meyakininya sebagai PSK yang tengah menunggu pasangan kencannya.

Setelah pihak kepolisian mencatat data-data kesembilan orang tersebut, kemudian diserahkan ke pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Padang, Dedi Henidal kepada Haluan menyebutkan bahwa mereka yang tertangkap itu akan diberi pembinaan dan arahan lebih lanjut. “Kita sungguh menyesalkan hal ini karena jelas-jelas mereka tidak mendukung tekad Pemko Padang dalam upaya menciptakan Kota Padang yang terbebas dari segala bentuk masyarakat, termasuk di antaranya perbuatan maksiat,” ujar Dedi.

Lebih lanjut dikatakannya, jika memang di antara sembilan orang itu ada yang akan melangsungkan pernikahan kernapa tidak ditunggu dulu sampai ada ikatan resmi. “Sehingga terhindar dari segala bentuk perbuatan maksiat,” kata Dedi.

Selanjutnya terhadap sembilan orang itu, lanjut Dedi, akan dilakukan pemanggilan terhadap orangtua mereka masing-masing. “Kepada orang tua juga diharapkan untuk lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya, apalagi bagi mereka yang jauh dari kampung halaman sehingga hal-hal seperti ini tidak akan terulang lagi untuk ke depannya,” tutur Dedi. “Dan mereka juga diharuskan menandatangani surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatan mesum tersebut,” pungkasnya. (rif/mad).


Responses

  1. yang bermesum ria yang gambarnya di atas ya pak??? duh gambarnya kurang jelas sih….. hehehehe
    generasi muda kita sudah banyak yang salah jalan pak..
    salam

  2. Hotelnya tuh yg salah…
    Kok pasangan bukan suami istri dibolehin check in,
    apa duit adalah segalanya, tanpa melihat sisi moral sedikit pun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: