Oleh: edijarot | Januari 28, 2008

Ngaku Para Normal, Sakila Tipu Banyak Orang

PADANG, Haluan
Setelah menjalani beberapa tahap persidangan, terdakwa kasus penipuan berkedok dukun, Sakila (32) akhirnya dituntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun. Tuntutan tersebut dibacakan oleh Irna, SH pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Padang, Senin (28/1). Dalan tuntutannya, Irna menyatakan Sakila telah terbukti bersalah menipu dan memeras uang klien yang berobat padanya dengan iming-iming dapat memberikan keturunan.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut, warga keturunan yang telah memilik anak itu tak dapat banyak berkata selain meminta keringanan hukuman pada majelis hakim yang diketuai oleh Zuher, SH dan menyesali semua perbuatannya. Dalam persidangan, Kila yang telah berhasil meraup uang puluhan juta rupiah dari kantong para korbannya ini terlihat pasrah dengan semua putusan yang akan di jatuhkan majelis hakim padanya nanti.

Berkedok menjadi dukun yang bisa mengobati para pasangan yang tak dapat memiliki anak, sejak 25 April 2007 sampai Juni 2007 di Wisma Bunda Permai Blok D No 7 Koto Tangah Padang, Kila membuka praktek.

Dari keterangan para korban pada persidangan sebelumnya, umumnya masing-masing mereka mengalami kerugian 22 gram emas dan uang puluhan juta rupiah. Kila yang pada awalnya mengaku sebagai dukun ini menjanjikan para korbannya akan dapat memperoleh keturunan apabila mereka secara rutin berobat padanya dan bersedia memberikan beberapa persyaratan puluhan gram emas yang dimintanya.

Karena para korban telah terlanjur percaya, mereka dengan mudahnya Kila menguras isi kantong mereka. Namun para korban yang salah satu diantaranya bernama Silvi mengaku mulai curiga Kila karena beberapa kali secara berturut-turut Kila mengundur jadwal berobat dengan alasan dirinya belum siap.

Bukan hanya itu, Kilapun menjadi semakin sulit untuk ditemui. Barang-barang yang ada ditempat kediamannya pun satu persatu telah dipindahkannya pada salah seorang temannya.

Tak rela tertipu mentah-mentah, para korban pun akhirnya nekat melaporkan penipuan yang dilakukan korban atas diri mereka pada aparat kepolisian. Kila berhasil tertangkap, sedangkan suaminya yang selama ini membatu praktek penipuan tersebut berhasil kabur.

Dalam keterangannya di persidangan, Kila mengaku telah menipu para korbannya. Ia juga mengatakan bahwa selama ini ia memperkenalkan dirinya dengan nama Eva pada para korbannya. Dan umumnya, dirinya dan suaminya memberikan korbannya obat penambah kesuburan yang dijual bebas di apotik-apotik pada para korbannya.

“ Umumnya sebelum saya mengobati mereka (korban) saya meminta uang dan emas sebagai jaminan pengobatan. Dari uang itulah saya membiayai kehidupan keluarga, membeli beberapa perlengkapan, dan membayar kontrak rumah” ujar Kila.

Pada akhir persidangan, majelis hakim yang dipimpin oleh Zuher, SH akhirnya menunda sidang hingga Senin (4/2) mendatang untuk mendengar putusan yang akan dibacakan oleh majelis. (san)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: