Oleh: edijarot | Januari 30, 2008

PEMBUNUH MAHASISWA MARANATHA TERANCAM HUKUMAN MATI

Andika Trias Parayoga alias Yoya (22) mahasiswa Universitas Kristen Maranatha (UKM) Bandung yang didakwa merencanakan membunuh dan menganiaya hingga tewas teman sekampusnya, terancam hukuman mati.
Dalam persidangan perkara tindak pidana pembunuhan yang digelar Pengadilan Negeri Bandung, di Bandung, Rabu, jaksa penuntut umum Syahruddin Prabu SH dalam nota dakwaannya mengatakan, Andika Trias Prayoga alias Yoya dalam dakwaan pertama primair telah melanggar pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH-Pidana.
Dakwaan subsidair pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH-Pidana, lebih subsidair pasal 338 jo pasal 56 ke-1 KUH-Pidana. Dalam dakwaan kedua primair pasal 351 ayat (3) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH-Pidana, subsidair pasal 351 ayat (3) jo pasal 56 ke-1 KUH-Pidana, serta dakwaan yang ketiga melanggar pasal 221 ayat 1 ke (2) KUH-Pidana.
Di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Yance Bombing SH, jaksa mengatakan, warga Jalan Meteor Raya Blok 2 Margahayu Barat, Kota Bandung itu didakwa telah menghilangkan nyawa orang lain, yakni Krisna Cahyadi alias Keket (19) mahasiswa jurusan ekonomi angkatan 2004 Universitas Kristen Maranatha pada Jumat (25/11/2005).
Tindak pidana itu dilakukan secara bersama-sama dengan saksi Haris Harjadi, Andri Setiabudi, Abraham Brahmono dan saksi Wiliam Chua.
“Tindak pidana yang menyebabkan Krisna Cahyadi tewas itu terjadi di rumah Kost Tulip Home kamar C-20 lantai II Jalan Babakan Jeruk IV Nomor 30, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jumat (25/11/2005).
Pembunuhan itu bermula dari taruhan judi bola antara terdakwa Yoga dengan Keket. Korban Keket berhutang Rp10 juta dalam taruhan tersebut. Namun karena korban tidak berniat untuk membayar, akhirnya nyawa korban dihabisi terdakwa.
Korban Krisna tewas akibat satu luka tusuk senjata tajam di bagian leher, dua luka tusuk di dada kiri dan satu tusukan di perut korban.
“Jenazah korban kemudian diseret ke kamar mandi. Terdakwa kemudian ke luar kamar kost setelah sebelumnya mengambil barang berharga milik korban termasuk sepeda motor Mio milik korban,” kata jaksa.
Jenazah korban baru ditemukan sekitar sepekan kemudian tepatnya pada Kamis (1/12) sekira pukul 13.30 WIB. “Mayat Krisna, saat ditemukan sudah membusuk. Pada bagian dada kiri dan lehernya terdapat luka tusukan. Sedangkan daun telinga sebelah kanan korban tersisa setengahnya,” kata jaksa.
Mayat Krisna, warga Jalan M Hasanudin No. 250 RT 04/01, Kotabaru, Serang, Propinsi Banten, pertama kali ditemukan oleh petugas satpam Tulip Home, Suyatno (28), bersama Steven, teman kost korban.
Usai mendengarkan nota dakwaan jaksa penuntut umum, terdakwa Yoga yang didampingi kuasa hukumnya Hayun SH akan mengajukan pledoi atas dakwaan tersebut yang akan digelar Rabu (6/2).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: