Oleh: edijarot | Januari 31, 2008

BATANG KAPAS GEMPAR.Anak Gorok Leher Ayah Hingga Putus


KASUS pembunuhan modus mutilasi terjadi di Balai Lamo Lubuk Nyiur Kecamatan Batang Kapas kabupaten Pesisir Selatan mengakibatkan Aci Aprianto ( 60 Th) tewas mengganaskan setelah digorok batang lehernya hingga putus dengan mempergunakan sebilah parang (senjata tajam) oleh anak kandungnya sendiri, Raf (26 th) dalam kondisi yang menggenaskan karena bagian kepala korban terpisah, kejadian sekitar 04,30 wib Kamis ( 31/1)

Menurut keterangan masyarakat dari Tempat Kejadian Peristiwa(TKP) kasus itu berawal sehari menjelang kematian korban telah terjadi percekcokan antara sang ayah (korban) dengan anaknya tersebut, kemudian anaknya nekat menghabisi nyawa orang tuanya pada malam hari dengan menghantam bagian kepala hingga pecah kemudian menggeroknya batang leharnya hingga bagian kepala dengan badan terpisah

Pelaku yang nekad tersebut setelah melakukan perbuatannya berusaha untuk menghilangkan jejak dengan menyeret korban kesebuah bekas bangunan Pustu yang berada disamping rumahnya karena hari sudah beranjak menjelang pagi pelaku merasa panik akhirnya membawa korban kembali kerumahnya ditempat ia melakukan aksi pembunuhan dan memasukan korban kedalam sumur pada kamar bagian belakang rumah milik korban kemudian melarikan diri menghilangkan rasa tanggung jawab ke dalam kebun milik Pudin dalam kondisi tanpa baju yang hanya memakai celana dalamnya saja.

Tim satuan Buser Polsek Kecamatan Batang Kapas setelah mendapat informasi dari masyarakat langsung menuju TKP dan menangkap pelaku yang sedang berupaya bersembunyi didalam kebun yang tiodak jauh dati rumahnya tersebut berkat adanya kebersamaan antara masyarakat dengan polisi akhirnya pelaku berhasil digring ke Polsek setempat.

Sementara korban yang tengah dalam sumur itu diketahui oleh masyarakat dari pihak keluarganya pada pagi hari karena ada benda yang mencurigakan disamping juga darah korban berserakan dan menempel diding rumah langsung memberitahukan kejadian kepada masyarakat yang berada disekitar TKP serta memberikan pertolongan mengeluarkan dari sumur tersebut dan ketika korban dikeluarkan ternyata hanya bagian badannya saja terangkat sedangkan bagin kepala terbenam pada dasar sumur tersebut.

Setelah mayat korban diamankan kemudian langsung dibawa oleh masyarakat ke Pusklesmas Lubuk Nyiur yang berjarak sekitar 1,5 km dari TKP untuk mempertemuakan bagian kepala dan badan yang terpisah tersebut, kemudian setelah dilakukan penjahitan agar mayat tampak utuh kembali korban dibawa kerumah orang tuanya di kampung Kacik yang berjarak sekitar 2,5 km dari TKP

Kasus yang tergolong besar diwilayah hukum Polres Pessel tersebut sempat mengundang perhatian berbagai pihak untuk membezuk korban di kediamannya dan korban dikebumikan dipandam perkuburan kaumnya di kapung tersebut.

Berbagai pihak ketika menjawab Haluan mengatakan, pelaku diduga memiliki kelainan jiwa karena perbuatan yang dilakukan sebelumnya sudah banyak merugikan masyarakat bahkan sudah ada kaca mobil masyarakat di Lubuk Nyiur yang dipecahkan sehingga pihak keluarga terpaksa mengaganti kerugian yang cukup besar.

Ironisnya, pelaku yang disenyalir memiliki kelainan jiwa tersebut dalam perbuatannya menghabisi nyawa ayah kandungnya itu nampaknya memiliki rasa kesadaran bahkan berusaha untuk menghilangkan jejak dengan memasukan korban kedalam sumur dan melarikan diri dari kejadian untuk menghilangkan rasa tanggung jawabnya .

Kapolres Pessel, AKBP Drs Nurcahyo,Msi ketika dikonfirmasikan Haluan membenarkan kejadian tersebut dan tentang adanya kelainan jiwa terhadap pelaku tentunya dibutuhkan saksi ahli dari rumah sakit jiwa, bila ternyata pelaku memiliki kelainan jiwa akan dikirim ke rumah sakit jiwa sesuai pasal 44 KUHP akan tetapi sebaliknya akan diproses menurut hukum, disamping itu juga kejadian ini akan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya, Ujar AKBP Drs Nurcahyo,Msi

Korban yang bernasib naas tersebut meninggalkan 5 orang anak yaitu, Eva,Deni.Del. Yumi dan Raf ( pelaku) sedangkan pelaku bersama barang bukti berupa sebilah parang dan besi pipa serta kain yang dipergunakan dalam kasus pembunuhan tersebut kini diamankan di Polres Pessel


Responses

  1. subhanallah.
    kejadian ini sagat megerikan smoga ga terulang lagi.
    smoga kampung ku damai dan tenram selalu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: