Oleh: edijarot | Desember 29, 2008

Ketahuan Selingkuh, Suk Ditelanjangi Warga Payakumbuh

Kasus melarikan perempuan dengan tersangka “Suk” terus diperiksa oleh jajaran Polresta Payakumbuh, setelah orangtua dari korban secara resmi melakukan pengaduan atas nasib naas yang menimpa anaknya.Tersangka Suk yang telah punya isteri tersebut masih diperiksa secara intensif dengan melanggar pasal 332 KUHP,” jelas Kapolresta Payakumbuh AKBP Drs.Mahavira Zen.

Kapolresta Payakumbuh menyatakan hal tersebut ketika ditanya Haluan tentang perkembangan kasus yang cukup menghebohkan warga setempat itu, sebagaimana berita Haluan beberapa waktu llu dengan judul: “Suk” yang Ketahuan Berselingkuh Ditelanjangi Warga.

Dikatakan, dalam pemeriksaan sementara tersangka mengaku bujangan terhadap salah seorang siswi MAN Padang Japang tersebut. Pasangan yang berlainan jenis itu berkenalan sejak bulan Januari 2008.

Pada Rabu pagi lalu (24/12) “Suk” mengajak ceweknya bersantai ria di Ngalau Payakumbuh. Dengan menumpang angkot, sampailah mereka di objek wisata yang terkenal di daerah kota “batiah” tersebut. Selain asyik bercengkrama, mereka juga mandi-mandi di Ngalau Indah itu hingga pukul 13.30 WIB.

Sorenya mereka meninggalkan objek wisata itu dengan penuh kenangan indah. Setelah itu korban bermaksud hendak pulang ke rumahnya di Mudiak (Baruah Gunung, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten 50 Kota).

Namun “Suk” mengulur-ngulur waktu sambil mengajak korban jalan-jalan dulu di pasar Payakumbuh. Bahkan mereka sempat bersantai sejenak di depan kantor bupati. Setelah agak malam, keduanya melanjutkan perjalanan menuju Limbanang Suliki sambil mencari angkot. Angkot yang dicaripun bertemu, berangkatlah keduanya ke tempat yang dituju dengan duduk berdampingan.

Akan tetapi sesampai di simpang empat lampu merah “Suk” mengajak korban turun. “Ris” bertanya kenapa turun ? dan dijawab oleh “Suk” mampir dulu di rumah keluarganya sambil meminjam sepeda motor, karena nantinya kita melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor.Korban percaya saja.

Dasar pikiran “Suk” jahat, sang pacar bukan dibawa ke rumah saudaranya, tetapi disuruh masuk ke rumah kosong. Ketika ditanya oleh “Ris”mana saudara ? dengan cepat dijawab “Suk” sedang ke Jakarta.

Kalau begitu cepat-cepatlah cari sepeda motor, karena hari telah hampir larut malam, kata “Ris”. Dengan pura-pura mencari sepeda motor, “Suk” segera menuju ke suatu tempat. Tak lama kemudian dikatakan pada “Ris” tidak ada sepeda motor yang bias dipinjam.

“Ris” semakin galau, pikirannya jadi tak enak. Sementara “Suk” mengatakan kalau jam segini tak ada lagi bus umum menuju Baruah Gunung.

“Ris” semakin kecewa, karena takut sama orangtuanya kalau ketahuan bermalam bersama sang pacar. Untuk meyakinkan korban, “Suk” menyatakan kalau tak percaya, cari sendiri pasti tak ada lagi bus umum malam ini.

Akhirnya “Suk” berhasil mengajak “Ris” tidur dalam rumah kosong tersebut. Sekitar pukul 00.30 WIB, mulailah “Suk” meransang pacarnya. Dengan pengalamnnya yang mantap, “Suk”berhasil melepas pakaian korban, sehingga tinggal BH dan CD saja.Lalu dengan leluasa pelaku meremas2 dada korban. Rupanya korban merasa keenakan.  “”Suk” kemudian mengisap puting korban sambil melepskan BH. Korban semakin teransang, sehingga diam saja tatkala CDnya dilepas. Disaat keduanya telah dimabuk asmara, “Suk” bermaksud hendak melakukan hubungan suami istri, tetapi “Ris” merintih kesakitan ketika kemaluannya ditusuk2 oleh kejantanan pelaku.  Bahkan sampai tiga kali “Suk” melakukan hal yang sama, namun tetap gagal.Selanjutnya pasangan yang belum nikah itu tidur kecapekan. Walau demikian pelaku terus meraba2 susu korban dan sekali2 memutar putingnya. Rupanya dengan permainan itu pelaku puas juga. Akan tetapi menjelang subuh rumah kosong itu digedor warga dari luar. “Suk” yang mengatahui ulah jahatnya cepat-cepat kabur setelah mesang seluruh pakaian, sementara “Ris” dijumpai warga bersembunyi di bawah tempat tidur dalam kondisi kepucatan lalu diserahkan ke polsek Payakumbuh.

Tak lama kemudian “Suk” berhasil juga ditangkap, lalu ditelanjangi warga sebelum diserahkan pula ke kantor polisi.

Menurut Mahavira, ini merupakan yang kedua kalinya “Suk” tertangkap bersama perempuan di rumah kosong itu. Beberapa tahun lalu dia ditangkap warga pula saat tidur bersama perempuan yang kini menjadi istrinya. Demikian hasil pemeriksaan polisi terhadap pelaku.

Kali ini dia tertangkap bersama perempuan yang masih pelajar. “Bila kasusnya selesai diuproses, kami bakal segera melimpahkannya ke kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan,” tandas Mahavira Zen sambil mengakhiri ucapannya.(eja)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: